Selasa, 27 November 2012



Rencana Sosialisasi Informansi Bencana Alam – Gempa Bumi


I.                   Informasi Kebijakan, Sasaran, dan Strategi
a.      Kebijakan
            Kebijakan penanggulangan bencana alam dan pengungsi di Banten dan Jawa Barat mencakup tiga hal sebagai berikt.
1)     Menitikberatkan pada upaya perlindungan terhadap segenap masyarakat dan lingkungan melalui pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
2)      Mengupayakan penyelamatan dan penanggulangan korban bencana alam secara cepat dan tepat.
3)     Mengikutsertakan segenap stakeholders (pemerintah, swasta, lembaga swadaya, dan masyarakat) dalam upaya penanggulangan dan penanggulangan pengungsi.

Gambar 1.1 BNPB 

b.      Sasaran
1)      Masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah rawan bencana.
2)      Masyarakat yang menderita dan menjadi korban bencana.
3)      Masyarakat yang berstatus dalam penanggulangan dan pelayanan bencana.

c.       Strategi
            Strategi dalam penanggulangan bencana alam dan penanggulangan pengungsi meliputi tiga aspek sebagai berikut.
*      Aspek pemberdayaan
Aspek pemberdayaan merupakan upaya menumbuhkembangkan kemampuan partisipasi yang berkaitan dengan berbagai bentuk upaya pencegahan, penanggulangan, maupun penanganan pasca-bencana secara terencana.
*      Aspek kemitraan
Aspek kemitraan berupa kerja sama, kesetaraan, kebersamaan, kepedulian, dan jaringan kerja sama yang menumbuhkembangkan manfaat dari hubungan timbal balik antarpihak yang bermitra dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi.
*      Aspek partisipasi
Aspek partisipasi adalah prakarsa dan keterlibatan semua perilaku pembangunan dalam pengambilan keputusan, baik pada tahap perumusan, perencanaan, pelaksanaan, mapun pemantauan atas upaya penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi

Sekilas Gempa Bumi

             Gempa bumi merupakan peristiwa pelepasan energi yang menyebabkan dislokasi (pergeseran) pada bagian dalam bumi secara tiba-tiba.
            Penyebab Terjadinya Gempa Bumi :
*      Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi


*      Aktivitas sesar di permukaan bumi
*      Pergerakan geomorfologi secara lokal, terjadi runtuhan tanah
*      Aktivitas gunung berapi
*      Ledakan Nuklir          



Mekanisme perukakan terjadi karena energi getaran gempa dirambatkan ke selurh bagian bumi. Di permukaan bumi, getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga dapat meninmbulkan korban jiwa. Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya tanah longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk. Gempa bumi juga menyebabkan bencana iktan berupa kebakaran, kecelakaan industri dan trasportasi serta banjir akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul penahan lainnya.

Mitigasi Gempa Bumi

          Dikarenakan gempa bumi sulit untuk diperkirakan atau diketahui, jika gempa bumi mengguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun anda berada.

1.      Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.

2.      Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.

3.      Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.

4.      Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

5.      Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

6.      Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

7.      Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

8.      Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

9.      Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar anda.

10.  Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.


Adapan hal-hal dan / atau perilaku yang harus diperhatikan berkenaan dengan sebelum-sesudah bencana alam khususnya gempa terjadi:

      • Dirikanlah bangunan (kantor, rumah dsb) sesuai dengan kaidah2 yang baku. Diskusikanlah dengan para ahli agar bangunan anda tahan gempa. Jangan membangun dengan asal-asalan apalagi tanpa perhitungan

    
Gambar 2.1 Surat Izin Pembangunan



Kenalilah lokasi bangunan tempat anda tinggal atau bekerja, apakah tidak berada pada patahan gempa atau tempat lain seperti rawan longsor dsb.

• Tempatkan perabotan pada tempat yang proporsional. Jika anda punya lemari, ada baiknya dipakukan ke dinding, agar tidak roboh dan ikut menindih ketika terjadi gempa. Jika ada perabotan yang digantung, periksalah secara rutin keamananya.

• Siagakanlah peralatan seperti senter, kotak P3K, makanan instan dsb. Sediakan juga Radio, karena pada saat gempa alat komunikasi dan informasi lain seperti Telpon, HP, Televisi, Internet akan terganggu. Radio yang hanya menggunakan baterai akan sangat berguna disaat bencana.

• Selalu periksa penggunaaan Listrik dan gas, matikan jika tidak digunakan.

• Catatlah telepon-telepon penting seperti Pemadam kebakaran, Rumah sakit dll.

• Kenalilah jalur evakuasi. Beberapa daerah di Indonesia, khususnya daerah rawan Tsunami, saat ini telah membangun jalur evakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Seperti di daerah saya, Kota Painan, 
1. Sebelum terjadi gempa

             Beberapa hal yang dapat kita lakukan agar selalu siaga adalahKabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat telah dibangun jalurnya.

• Ikutilah Kegiatan simulasi mitigasi bencana gempa yang sudah mulai dilakukan oleh beberapa daerah seperti 
Kota Padang, Sumatera Barat. Hal ini sudah biasa dilakukan oleh masyarakat Jepang. Sehingga mereka tidak canggung lagi ketika terjadi bencana. Dengan mengikuti kegiatan ini, kita akan terbiasa dengan bentuk2 peringatan dini yang disediakan pemerintah daerah, seperti sirine pertanda Tsunami, Sirine Banjir dsb.

2. Ketika berlangsung gempa

• Yang pertama sekali adalah DON’T BE PANIC, kuasai diri anda bahwa anda dapat lepas dari bencana tersebut.

• Menghindar dari bangunan, pohon, tiang listrik dsb yang berkemungkinan roboh menimpa kita. Jika anda berada dalam gedung, berusahalah untuk lari keluar. Jika tidak memungkinkan berlindunglah di bawah meja yang kuat, tempat tidur. Atau berlindunglah di pojok bangunan, karena lebih kuat tertopang.
Gambar 3.1 Berlindung di bawah meja


Perhatikan tempat anda berdiri, karena gempa yang besar akan memungkinkan terjadinya rengkahan tanah.

• Jika anda sedang berkendara, matikan kendaraan anda dan turunlah. Jika anda sedang berada di pantai, maka berlarilah menjauhi pantai tersebut. jika anda sedang berada di daerah pegunungan, maka perhatikan disekitar anda apakah ada kemungkinan longsor.

3. Setelah terjadi gempa

• Jika anda masih berada dalam gedung, maka yu keluar dengan tertib, jangan gunakan Lift, gunakanlah tangga.
• Periksa sekeliling anda, apakah ada kerusakan, baik itu listrik padam, kebocoran gas, dinding retak dsbnya. Periksa juga apakah ada yang terluka. Jika ya, lakukanlah pertolongan pertama.

• Hindari bangunan yang kelihatannya hampir roboh atau berpotensi untuk roboh

• Carilah informasi tentang gempa tersebut, gunakanlah radio tadi.

Ingat, gempa sangat jarang sekali membunuh, umumnya yang membunuh adalah reruntuhan bangunan.



History Bencana Alam Gempa Bumi di Indonesia

Gempa Bumi di Sukabumi Jawa Barat

 Kebijakan Pemerintah Jawa Barat Terhadap Gempa Bumi
            TEMPO InteraktifBandung - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan tidak ada perubahan soal komitmen pemerintah puast terhadap penanganan bencana gempa bumi Tasikmalaya di Jawa Barat. “Komitmennya tidak ada perubahan sejauh ini, mudah-mudahan segera turun (dana bantuan)," kata Ahmad Heryawan di Bandung, Selasa (6/10). 

            Kepastian itu diperolehnya setelah menghubungi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Jakarta. Kendati, lanjut Heryawan, terbuka kemungkinan jadwal penanganan proses rehabilitas dan rekonstruksi pasca gempa Tasikmalaya yang telah disepakati bakal bergeser. Rencananya proses penanganan itu disepakati antara Oktober tahun ini sampai Februari 2010. “Kalau pun geser, tidak terlalu hebat gesernya," kata Heryawan. 

            Kendati demikian, paparnya, pihaknya memaklumi soal itu karena pemerintah pusat tengah memfokuskan perhatiannya untuk menangani korban gempa di Sumatera Barat yang terjadi selang sebulan setelah bencana gempa bumi serupa di Jawa Barat. “Kita pahami itu," kata Heryawan. 

            Proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa di Jawa Barat kini tengah memasuki proses verifikasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang dijadwalkan berakhir 15 Oktober nanti. Pemerintah provinsi sudah menyiapkan Rp 250 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman warga yang rusak akibat gempa. Penggelontorannya menunggu hasil verifikasi serta kepastian turunnya dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,5 triliun untuk keperluan itu. 

            Kendati baru dihajar gempa, pemerintah provinsi Jawa Barat mengalokasikan bantuan senilai Rp 1 miliar untuk korban bencana serupa di Sumatera Barat. “Ini bentuk kepedulian masyarakat Jawa Barat," kata Gubernur Ahmad Heryawan di Bandung, Selasa (6/10). 

            Namun, lanjutnya, bantuan itu belum akan diserahkan dalam waktu dekat karena ada proses anggaran yang harus dilewati. Kendati demikian, paparnya, bantuan itu diperkirakan masih tetap bermanfaat mengingat proses penanganan bencana memakan waktu lama. 

            Bantuan senilai RP 1 miliar itu selain diwujudkan berupa bahan makanan, selimut, juga termasuk sejumlah keperluan untuk perempuan dan bayi. Pemerintah provinsi Jawa Barat juga akan membangun dapur umum dan fasilias pengobatan gratis bagi korban gempa yang akan beroperasi sebulan. 

            Di hari yang sama dia melepas pengiriman bantuan yang dikumpulkan oleh Rumah Zakat Indonesia dari masyarkat di Jawa Barat untuk korban gempa Sumatera Barat. “Yang terkumpul nilanya lebih kurang Rp 3,5 miliar," kata Abu Syauqi pimpinan lembaga itu. 

            Syauqi mengatakan, pengumpulan bantuan itu rutin dilakukan lembaganya untuk membantu para koban bencana. Untuk bencana gempa bumi Tasikmalaya dua bulan lalu, lembaga itu berhasil mengumpulkan dana hampir Rp 8 miliar. 

            Lembaga itu sebelumnya sempat mengumpulkan bantuan mencapai Rp 30 miliar bagi korban tsunami Aceh beberapa tahun lalu. Saat gempa mengguncang Yogyakarta tahun 2006, lembaga itu juga mengirimkan bantuan senilai Rp 7 miliar. 

            Bantuan yang terkumpul untuk korban gempa Sumatera Barat itu akan dikirimkan lewat laut menggunakan kapal gratis yang sudah disediakan khusus untuk pengirman bantuan gempa. Ikut diberangkatkan juga belasan mobil ambulan dan mobil klinik keliling. “Ini pemberangkatan kedua," kata Syauqi.

Daftar gempa Bumi besar (di atas skala Richter 5) di Indonesia (diurutkan menurut tanggal paling lama):


Tanggal
Kekuatan
Episentrum
Area
25 November 1833
8.8-9.2
2.5°LU 100.5°BT
Sumatera
20 September 1899
7.8
Kota Ambon
2 Februari 1938
8.5
5.05°LU 131.62°BT
Pulau Banda & Pulau Kai
14 Agustus 1968
7.8
Sulawesi Utara
26 Juni 1976
7.1
Papua
19 Agustus 1977
8.0
Kepulauan Sunda
12 Desember 1992
7.5
Pulau Flores
2 Juni 1994
7.2
Banyuwangi
4 Mei 2000
6.5
Kepulauan Banggai
4 Juni 2000
7.3
Bengkulu
12 November 2004
7.3
Alor
26 Desember 2004
9.3
Samudra Hindia
Nanggroe Aceh Darussalamdan sebagianSumatera Utara
28 Maret 2005
8.2
2.04°LU 97°BT
Samudra Hindia
Pulau Nias
27 Mei 2006
5.9
7.977°LS 110.318°BT
Bantul, Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta dan Klaten
17 Juli 2006
7.7
9.334°LS 107.263°BT
Samudra Hindia
Ciamis danCilacap
11 Agustus 2006
6.0
2.374°LU 96.321°BT
Pulau Simeulue
6 Maret 2007
6.4, 6.3
0.49°LS 100.529°BT
SolokKota Solok,Tanah Datar, danKota Bukittinggi
12 September 2007
7.7
4.517°LS 101.382°BT
Kepulauan Mentawai
26 November 2007
6.7
8.294°LS 118.36°BT
Sumbawa
17 November 2008
7.7
Sulawesi Tengah
4 Januari 2009
7.2
Manokwari
2 September 2009
7.3
8.24°LS 107.32°BT
Tasikmalayadan Cianjur
30 September 2009
7.6
0.725°LS 99.856°BT
Padang Pariaman,Kota Pariaman,Kota Padang, danAgam
1 Oktober 2009
6.6
2.44°LS 101.59°BT
Kerinci
9 November 2009
6.7
8.24°LS 118.65°BT
Pulau Sumbawa
25 Oktober 2010
7.7
3.61°LS 99.93°BT
Sumatera Barat
11 April 2012
8,5
2.4°LU 92.99°BT
SeluruhPulau Sumatera.

Peta Kontijensi Gempa Bumi SMPN I Tasikmalaya